Selama ini ASI atau Air Susu Ibu dianggap sebagai susu terbaik dan paling sempurna untuk anak, bahkan disebut-sebut sebagai ‘liquid gold‘ atau emas cair saking berharganya. Hal tersebut nggak salah kok, Buibu. ASI memang asupan terbaik untuk bayi. Tapi sayangnya banyak lho yang terlalu mengagung-agungkan ASI ini sampai mengharamkan penggunaan micin saat Ibu menyusui karena takut ASI-nya tercemar micin. Padahal faktanya, ASI pun mengandung micin lho, terlepas dari apakah si Ibu mengonsumsi micin atau stop makan micin sama sekali.

Selain mengandung micin, ternyata ASI juga menyimpan fakta-fakta mengejutkan yang mungkin belum banyak diketahui orang banyak. Berikut MOMO sudah menghimpun informasi seputar fakta ASI yang belum banyak orang ketahui berikut ini.  Wajib tahu nih buat para calon ibu dan ibu-ibu muda!

1. Penelitian terbaru mengungkapkan ASI ternyata mengandung MSG atau micin 10 kali lipat lebih banyak daripada susu sapi. Wah!

 

 

 

 

Menghindari micin? Micin ternyata ada dalam ASI, lho! via news.nwu.ac.za

Percaya nggak percaya nih, ternyata micin yang selama ini dihindari begitu banyak orang terkandung dalam Air Susu Ibu, lho. Dilansir dari www.msginfo.com, The American Academy of Pediatrics mengungkap fakta mengejutkan bahwa MSG atau micin tidak memiliki dampak buruk yang signifikan pada Ibu yang menyusui dan bayi ASI yang Ibunya terpapar MSG. Zat ini justru dianggap penting karena buktinya MSG terdapat dalam ASI secara alami dan kandungannya 10 kali lipat dibanding susu sapi!

Sebagai tambahan informasi, MSG dinyatakan aman untuk dikonsumsi selama dalam batas yang wajar, di Indonesia tidak lebih dari 3-5 gram sehari. Penelitian juga membuktikan bahwa MSG sangat rendah toksisitas sehingga jika dikonsumsi dalam batas aman, tidak akan mengganggu kesehatan manusia. Bahkan micin termasuk zat alami yang bergizi yang membantu penyerapan nutrisi secara maksimal ke dalam tubuh, meningkatkan metabolisme, fungsi otak dan otot. Jadi sebenarnya nggak tabu kok untuk mengkonsumsi micin dalam jumlah yang wajar. Yang penting ingat, segala sesuatu yang berlebih itu tidak baik, demikian halnya juga soal konsumsi micin ya 🙂

 

 

2. ASI memiliki kandungan yang membantu membersihkan usus bayi baru lahir, efeknya adalah diare ringan di awal kehidupan bayi

 
 
 
 

 

 

ASI membantu pencernaan bayi sejak dia lahir.

Dilansir dari detik.com, ASI punya kemampuan hebat dalam membersihkan usus bayi baru lahir. Oleh karena itu, diare ringan yang terjadi pada bayi usia 1-1,5 bulan yang konsumsi ASI dianggap normal karena usus bayi masih memiliki bagian-bagian yang belum terpakai sehingga harus diperbaiki oleh ASI.

 

 

3. Kafein dan alkohol bisa masuk ke dalam ASI, oleh karena itu batasi bahkan hindari dulu konsumsi minuman berkafein dan beralkohol selama masih menyusui ya

 

 

 

 

Hindari konsumsi makanan & minuman yang dapat mempengaruhi ASI ya, Bun!

Kualitas ASI tergantung pada makanan dan minuman Ibu. Kafein yang terkandung dalam kopi dan teh ternyata bisa berpengaruh pada ASI lho, jadi sebaiknya hindari atau batasi konsumsinya. Kafein dalam ASI mempengaruhi detak jantung bayi sehingga berdetak lebih cepat serta memperberat kerja ginjalnya sehingga bayi juga jadi lebih banyak pipis. Alkohol juga berdampak pada kualitas ASI, lho. Konsentrnsi alkohol dalam ASI sama dengan konsentrasi alkohol yang terkandung dalam darah apabila kamu mengkonsumsi alkohol. Nah, efeknya perkembangan motorik bayi dan pola tidurnya bisa terganggu, jadi sebaiknya hindari dulu ya, Buibu.

 
 
 

4. Minum ASI bisa meminimalkan stres pada anak, hal itu berkat zat triptofan dalam ASI yang memicu produksi serotonin pada bayi

 

 

 

 

Bayi bebas stres dapat berkembang lebih baik.

ASI mengandung triptofan yang menyebabkan produksi serotonin menjadi tinggi. Kadar mangan (Mn) dalam ASI juga ternyata lebih rendah jika dibanding susu formula. Nah, dilansir dari detik.com, menurut dr Asti Praborini, SpA dari RS Kemang Medical Care (KMC), kadar mangan yang tinggi akan memblokir produksi serotonin, padahal serotonin dikenal sebagai zat anti-stres bagi bayi. Mau bayi happy? Kudu semangat memberi ASI, nih!

 

 

5. ASI ternyata mengandung zat anti kanker. Sungguh luar biasa ternyata khasiat ASI ini!

 

 

 

 

Zat anti kanker dalam ASI kayaknya perlu diteliti lebih lanjut, nih!

Mungkin sudah banyak yang tahu bahwa ASI sangat ampuh dalam meningkatkan kekebalan tubuh pada bayi, tapi mungkin kamu belum tahu bahwa ASI juga memiliki khasiat sebagai anti kanker. Dikutip dari detik.com, di dalam kolostrum dan ASI terkandung protein TNF-related apoptosis inducing ligand (TRIAL) yang jumlahnya 100-400 kali lebih tinggi dibanding darah. TRAIL merupakan kandidat kuat untuk menjelaskan efek biologis secara menyeluruh dari menyusui dalam melawan kanker. ASI juga diketahui mengandung Human Alpha-lactalbumin Made Lethal to Tumour (HAMLET) yang melalui percobaan di laboratorium, zat HAMLET di ASI diketahui dapat membunuh 40 jenis sel kanker dengan keuntungan tidak akan merusak sel-sel yang sehat. Luar biasa!

ASI atau Air Susu Ibu memang sumber nutrisi terbaik untuk bayi, oleh karena itu alangkah baiknya jika kamu calon ibu dan para ibu menyusui benar-benar mempersiapkan ASI yang akan diberikan kepada calon bayi atau bayi kalian, tanpa harus mendiskreditkan ibu-ibu lain di luar sana yang tidak bisa memberikan ASI.  Semoga artikel Hipwee kali bermanfaat. Semangat meng-ASI-hi ya, Buibu!


Sumber : hipwee.com